Friday, October 25, 2013

Terasa jelas sudah jawaban yang diberikan alam kepadaku

bahwa cintanya memang bukan untukku lagi

alangkah bijaknya seandainya sekarang aku bisa melangkah pergi dan melupakan semua kenangan lalu itu

tapi, entahlah . . . . .

sampai kini aku masih mengingatnya

tanpa ada rasa ragu tuk berharap dia kembali kepadaku

keyakinan dijiwa ini menyemangatiku tuk terus bertahan dengan semua keadaan ini.

adakah harapan tuk kita bersama lagi dinda....?

aku tersenyum sambil menghela nafas sejenak

Namun dinding kamarku enggan memberi jawaban, entah malu atau apa, aku juga nggak tau.

serakan kamar seakan jadi saksi kesepian hati ini.

disisi lain cerminpun terus memandangiku, seakan bertanya kepadaku

mengapa diriku begitu rapuh oleh seorang wanita

ku jawab dalam hati

kamu tak akan pernah mengerti bahasa perasaan kecuali kamu punya hati dan fikiran.