Terasa jelas sudah jawaban yang diberikan alam kepadaku
bahwa cintanya memang bukan untukku lagi
alangkah bijaknya seandainya sekarang aku bisa melangkah pergi dan melupakan semua kenangan lalu itu
tapi, entahlah . . . . .
sampai kini aku masih mengingatnya
tanpa ada rasa ragu tuk berharap dia kembali kepadaku
keyakinan dijiwa ini menyemangatiku tuk terus bertahan dengan semua keadaan ini.
adakah harapan tuk kita bersama lagi dinda....?
aku tersenyum sambil menghela nafas sejenak
Namun dinding kamarku enggan memberi jawaban, entah malu atau apa, aku juga nggak tau.
serakan kamar seakan jadi saksi kesepian hati ini.
disisi lain cerminpun terus memandangiku, seakan bertanya kepadaku
mengapa diriku begitu rapuh oleh seorang wanita
ku jawab dalam hati
kamu tak akan pernah mengerti bahasa perasaan kecuali kamu punya hati dan fikiran.
bahwa cintanya memang bukan untukku lagi
alangkah bijaknya seandainya sekarang aku bisa melangkah pergi dan melupakan semua kenangan lalu itu
tapi, entahlah . . . . .
sampai kini aku masih mengingatnya
tanpa ada rasa ragu tuk berharap dia kembali kepadaku
keyakinan dijiwa ini menyemangatiku tuk terus bertahan dengan semua keadaan ini.
adakah harapan tuk kita bersama lagi dinda....?
aku tersenyum sambil menghela nafas sejenak
Namun dinding kamarku enggan memberi jawaban, entah malu atau apa, aku juga nggak tau.
serakan kamar seakan jadi saksi kesepian hati ini.
disisi lain cerminpun terus memandangiku, seakan bertanya kepadaku
mengapa diriku begitu rapuh oleh seorang wanita
ku jawab dalam hati
kamu tak akan pernah mengerti bahasa perasaan kecuali kamu punya hati dan fikiran.