Nggak terasa Lebaran udah dekat, ingin rasanya sekarang pulang kampung bertemu keluarga, dah tiga bulan aku nggk pulang, tapi izin cuman ada setelah tiga hari sebelum hari raya dan tiga hari sesudahnya.
ya mau gimana lagi, harus sabar menanti hehehe, cuman tinggal satu minggu, sabtu depan aku juga udah pulang InsyaAllah.
hari ini kayaknya aku cuman mau kasih sebuah puisi ajj kayak nya, yang mana puisi ini cukup indah dan perlu tuk dibaca sekalian difahami dan dihayati isinya ckckckcckck
Hanya Serpihan Cerita Usang
Aku bukanlah pujangga yang pintar merangkai bahasa. Aku bukan seorang penulis yang pintar memainkan gaya bahasa. Aku hanyalah aku yang punya serpihan cerita usang untukmu...
Untukmu yang pernah ada di hatiku...dulu...
Aku tahu, saat ini semua sudah berubah, engkau sudah menemukan kebahagiaan dan akupun begitu. Namun tak ada salahnya jika aku ingin mengingatkanmu tentang suatu hari disaat kita masih bersama. Walaupun hari-hari indah itu cukup kita nikmati dalam impian.
Untukmu...terkadang aku berfikir, mampukah aku untuk memaafkan semua yang pernah terjadi. Luka yang pernah tergores, kata yang pernah berucap tajam dihati. Apa aku bisa memaafkanmu begitu saja. Namun kekasih...karena begitu besarnya rasa cinta yang kupunya, aku tak bisa membiarkanmu terlunta dalam sesal. Walaupun berjuta sakit pernah kurasa.
Untukmu...jika saat ini aku hadir didalam ingatanmu, mengacaukan segala kenyamananmu, menghadirkan gundah yang membuatmu terpuruk, sungguh...aku tak bermaksud seperti itu...lagi-lagi rasa cinta ini berbisik...agar diri yang tak berharga ini sedikit diingat...dikenang...atau minimal engkau pernah mengenalku.
Untukmu...Mungkin engkau menganggap cerita kita seperti angin...berhembus dan tak meninggalkan jejak...seperti pasir...yang habis diterpa angin...aku tak akan menyalahkanmu, jika memang itu yang terjadi...karena aku tak akan memaksakan semua yang tak ingin kau rasakan...
Aku memang belum bisa melupakan semua...walaupun aku sadar, ada seikat cinta baru yang siap mengantarkanku dalam kebahagiaan....namun ijinkan aku untuk menyimpanmu rapat-rapat dalam hati yang mungkin tak akan tergantikan oleh sosok lain.
Untukmu....berjuta rasa cinta dihati yang pernah aku beri untukmu mungkin tak pernah membuatmu bahagia, sampai akhirnya terbentuk suatu luka yang terpaksa harus kurasa. Harus ada air yang menetes dari mataku untuk melepas semua yang pernah ada digenggaman. Dan dengan berat hati aku harus kehilangan semua harapan dan hari-hari indah itu. Tapi tak apa....disanalah aku harus belajar ikhlas....
semua tak abadi.....
Aku tak akan menampakkan diriku didepanmu lagi...karena aku yakin lewat rasa, kita bisa saling bertemu. Lewat mimpi kita bisa saling bertatap. Walaupun mungkin ada kerinduan yang teramat dalam untukmu....
Untukmu...kini saatnya aku harus pergi...jauh dari pikiranmu...jauh dari hatimu...walaupun ku yakin, kita tak akan pernah saling melupakan...Namun inilah yang harus kita lakukan demi meraih kebahagiaan kita dengan orang-orang yang kita cintai.
Ini hanyalah serpihan cerita usang yang pernah kita lewati dan tak akan pernah kita ulangi. Tapi semua akan ku simpan rapi dilubuk hati terdalam....
untukmu